anime dan drama korea jadi satu

Jumat, 10 Januari 2014

hanapusparini.blogspot.com: television series adaptation of the Hiiro no Kaker...

hanapusparini.blogspot.com: television series adaptation of the Hiiro no Kaker...: television series adaptation of the Hiiro no Kakera Video Game . There have been two seasons. Contents [ show ] Story The protago...

hanapusparini322.blogspot.com

anime dan drama korea jadi satu: tarian jepang:             arian jepang/japan dance  Tari Awa Tari Awa       ...

hana pusparini


tarian jepang

 

 

 

 

 

 

arian jepang/japan dance


 Tari AwaTari Awa
                      
Tari Awa (阿波踊り Awa Odori?) adalah tari asal Provinsi Awa (Prefektur Tokushima), Jepang yang ditarikan secara beramai-ramai di berbagai kota dan desa di Prefektur Tokushima untuk menyambut perayaan Obon. Setiap tahun tanggal 12-15 Agustus, tari Awa dilangsungkan di tengah kota Tokushima.
Penari Awa menari dalam kelompok-kelompok yang disebut ren sambil berpawai di jalan-jalan. Satu kelompok penari bisa terdiri dari lusinan penari. Tari Awa adalah sejenis Bon Odori. Penari wanita menari dengan posisi tubuh tegak dan tangan yang digerak-gerakkan di atas kepala. Pria menari dengan pinggul direndahkan, serta gerakan tangan dan kaki yang dinamis.
Musik pengiring menggunakan alat musik yang terdiri dari shamisen, perkusi (taiko dan tsuzumi), genta (kane), dan flute (yokobue). Lagu yang dimainkan adalah lagu populer dari zaman Edo yang berjudul "Yoshikono". Liriknya berupa ajakan kepada penonton untuk turut menari, "Erai yatcha, erai yatcha, yoi yoi yoi yoi, odoru ahō ni miru ahō, onaji ahō nara odorana son son." Lagu "Yoshikono" hanya digunakan untuk mengiringi kelompok tari Awa yang terkenal, sedangkan kelompok tari Awa yang lain menari dengan diiringi seruan "Yatto sā Yatto saā".
Selain dipertunjukkan di Prefektur Tokushima, kelompok tari Awa asal Tokushima sering berkeliling di kota-kota besar di Jepang (khususnya di wilayah Kanto). Di distrik Suginami-ku, Tokyo, tari Awa diselenggarakan kuil Kōenji bersama pusat perbelanjaan di dekatnya.

 

Asal-usul

Festival tari Awa sudah diselenggarakan sejak 400 tahun yang lalu, dan merupakan salah satu dari 3 matsuri terbesar di Shikoku. Tari Awa sering dikatakan berasal dari gerakan tari disertai pengucapan doa agama Buddha. Penjelasan lain mengatakan bahwa penguasa Istana Tokushima yang bernama Hachisuka Iemasa memerintahkan penduduk Tokushima untuk menari beramai-ramai setelah istana selesai dibangun. Menurut cerita yang lain, tari Awa mulai ditarikan orang sejak Tokushima dijadikan wilayah administrasi (han) tersendiri.

Kelompok tari

Di Prefektur Tokushima terdapat lebih dari 1.000 kelompok tari Awa (ren), dan sekitar 350 kelompok di antaranya dimiliki perusahaan atau pengusaha. Kelompok tari yang sudah mapan biasanya menjadi  
anggota Asosiasi Promosi Tari Awa (Awa Odori Shinkō Kyōkai) atau Asosiasi Tari Awa Prefektur Tokushima (Tokushima-ken Awa Odori Kyōkai).
Selain itu, di Tokushima terdapat banyak kelompok kecil yang beranggotakan orang yang memang berminat menari, klub ekstrakurikuler mahasiswa, atau grup tari yang disponsori perusahaan atau pusat perbelanjaan. Pada tahun 2006, festival tari Awa di kota Tokushima diikuti oleh 960 kelompok tari. Ditambah dengan penonton yang ikut menari, orang yang menari di jalan-jalan kota Tokushima diperkirakan berjumlah di atas 100 ribu orang.

Kostum tari


Penari wanita

  • Penari wanita mengenakan yukata dan topi anyaman (amigasa) yang hampir menutupi wajah bagian atas. Alas kaki yang digunakan adalah sandal dari kayu yang disebut geta.
  • Pada gerakan tari untuk wanita, kaki dan tangan digerakkan secara anggun.
  • Berlainan dengan yukata yang dikenakan sehari-hari, penari Awa mengenakan yukata berikut pakaian dalam (juban), rok dalam (susoyoke), dan penutup lengan yang disebut tekko.

Penari pria       


  • Tari yang dibawakan penari pria yang mengenakan setelan happi (hanten) dengan celana pendek disebut Hanten Odori (tari hanten). Pria bisa juga mengenakan yukata dengan kain yukata di bagian kaki diangkat ke bagian pinggang, sehingga celana pendek yang dikenakan terlihat. Bila mengenakan yukata, maka tarian tersebut disebut Yukata Odori (tari Yukata).
  • Anak perempuan sering memakai kostum penari laki-laki, dan menarikan gerakan tari Awa untuk pria. Sebaliknya, pria tidak menarikan gerakan tari Awa untuk wanita.
  • Pada gerakan tari untuk pria, tangan dan kaki bergerak dengan bebas dan dinamis.
  • Penari sering pria menggunakan uchiwa (kipas bundar) dan tenugui (saputangan panjang) sebagai perlengkapan menari.

Jongmyo Jerye

Tarian

Tari Ilmu atau Tarian Baris
Tarian yang dipentaskan dalam Upacara Agung Jongmyo dinamakan Ilmu atau "Tari Baris".[19] Tarian ini ditarikan dengan berbaris oleh kelompok penari berjumlah 64 orang dengan iringan musik pada saat berlangsungnya prosedur upacara di dalam kuil.[19] Dinasti Goryeo mengadopsi tari ini dari Cina, yang formasinya terdiri dari 64 orang penari, masing-masing penari membentuk 8 baris, sehingga disebut juga Palilmu (Tari Delapan Baris).[13] Pada masa pemerintahan Raja Sejong, Ilmu ditarikan di perayaan-perayaan istana dan pada masa pemerintahan Raja Sejo, tari ini mulai dipentaskan dalam ritual Upacara Jongmyo.[13]

Konsep tarian ini merupakan gabungan daripada dua buah energi, yin dan yang, yang dilambangkan dengan 2 buah kelompok penari, Munmu dan Mumu..Munmu yang disebut juga Botaepyeong-ji-mu berarti tarian Ilmu yang merepresentasikan pencapaian dan prestasi raja yang telah mensejahterakan rakyatnya, sementara Mumu atau Jeongdae-eop-ji-mu merupakan tarian yang melambangkan keagungan dan kecakapan armada militer raja.   

    Kyōgen        

Kyōgen (狂言?) bisa berarti:
  1. Teater humor tradisional Jepang yang merupakan perkembangan unsur humor pertunjukan Sarugaku. Kyōgen dan Noh merupakan seni tradisional Jepang yang sama-sama berakar dari Sarugaku. Sejak zaman Meiji, istilah Nōgaku atau Nohgaku (能楽?) sering digunakan untuk menyebut Noh dan Kyōgen.
  2. Salah satu jenis pertunjukan Kabuki yang disebut Kabuki-kyōgen atau cukup disebut Kyōgen.
Noh adalah teater musikal dengan menggunakan topeng yang disebut omote dalam istilah noh. Dalam noh, abstraksi dan simbolisme diekspresikan secara kuat melalui unsur gerak tari, dengan sebagian besar cerita yang bertemakan tragedi. Sebaliknya, sebagian besar peran dalam kyōgen tidak diperankan memakai topeng. Kyōgen mengembangkan lebih lanjut unsur-unsur komedi dan seni meniru gerak-gerik (pantomim) yang ada pada Sarugaku, termasuk naskah dialog dan penggambaran karakter secara realistik. Sebagian besar cerita yang dipentaskan dalam kyōgen adalah cerita satir, cerita yang menertawakan kegagalan, dan cerita humor.

Asal-usul

Kyōgen berasal dari "kyōgen-kigo" (kyōgen-kigyo) yang merupakan istilah agama Buddha untuk kata berbunga-bunga atau cerita yang tidak masuk akal. Istilah kyōgen-kigyo sering dipakai kritikus sastra sewaktu mengkritik cerita roman dan puisi. Istilah ini kemudian digunakan untuk salah satu unsur Sarugaku berupa pertunjukan monomane (seni meniru gerak-gerik dan cara berbicara secara humor). Sejalan dengan perkembangan Sarugaku, istilah "kyōgen" akhirnya dipakai untuk sebagai sebutan untuk teater humor pada pementasan Noh.
Dalam konteks sehari-hari, istilah "kyōgen" dalam bahasa Jepang bisa berarti tindakan untuk menipu orang lain (orang yang pura-pura dirampok disebut kyōgen-gōtō), berbohong atau bercanda, atau tarian yang memancing tawa.

Nama peran

Sama halnya seperti Noh, peran utama dalam kyōgen disebut Shite. Peran pembantu disebut Ado, berbeda dengan Noh yang menyebutnya sebagai Waki. Jika ada lebih dari 2 peran Ado, maka peran tersebut disebut Ado 1 dan Ado 2. Selain itu, istilah Ado hanya digunakan untuk peran pembantu yang paling menonjol, sedangkan selebihnya disebut Tsukgi-ado (sebutan menurut aliran Ōkura) atau Ko-ado (sebutan menurut aliran Izumi). Peran pembantu yang naik ke panggung secara berkelompok disebut Tachishū, sedangkan pimpinan kelompok peran pembantu disebut Tachigashira. Sebutan untuk peran seperti disebut di atas sebenarnya kurang jarang dipakai, kyōgen lebih mengenal sebutan untuk karakter yang tampil dalam cerita, misalnya: Shu atau Teishu (majikan), Tarōkaja (pesuruh laki-laki), atau Suppa (peran penjahat).

Jenis

Secara garis besar, kyōgen dikelompokkan menjadi 3 jenis:
  • Betsu-kyōgen (別狂言 kyōgen spesial?)
Penampilan aktor kyōgen yang memainkan karakter Sanbasō dalam pementasan cerita noh yang berjudul Okina (?).
  • Hon-kyōgen (本狂言 kyōgen tunggal?)
Pementasan kyōgen secara tunggal dan bukan merupakan bagian pertunjukan noh, kalau disebut kyōgen biasanya mengacu pada hon-kyōgen.
  • Ai-kyōgen (間狂言?, kyōgen selingan)
Kyōgen yang dipentaskan sebagai bagian pertunjukan Noh.
Hon-kyōgen masih dikelompokkan menjadi beberapa jenis yang bisa berbeda-beda menurut zaman dan aliran. Di tahun 1792, Ōkura Torahirobon mengelompokkan hon-kyōgen menjadi:
  • Waki-kyōgen (大名狂言?)
Cerita bertemakan kebahagiaan dan keberuntungan.
  • Daimyō-kyōgen (大名狂言?)
Cerita bertemakan tuan dan majikan, daimyō menjadi peran utama dalam cerita.
  • Shōmyō-kyōgen (小名狂言?, kyōgen pesuruh)
Cerita bertemakan tuan dan majikan, pesuruh laki-laki yang disebut tarōkaja menjadi peran utama.
  • Mukojo-kyōgen (聟女狂言?, kyōgen wanita dan menantu pria)
Cerita tentang menantu pria sebagai peran utama yang menumpang di rumah mertua, atau cerita humor kehidupan sehari-hari seperti istri yang mengakali suami atau suami yang tidak bisa diandalkan.
  • Oniyamabushi-kyōgen (鬼山伏狂言?, kyōgen jin dan pertapa)
Cerita dengan raja kematian Yamarāja atau jin (oni) sebagai peran utama (termasuk cerita jin yang menyamar jadi manusia), dan Yamabushi (pertapa yang berasal dari gunung) sebagai peran utama.
  • Shukkezatō-kyōgen (出家座頭狂言?)
Cerita dengan peran utama pendeta, pendeta baru, atau zatō (tunanetra pengembara yang berpakaian mirip pendeta).
  • Atsume-kyōgen (集狂言?, kyōgen serbaneka)
Cerita dengan tema yang tidak termasuk ke dalam hon-kyōgen yang lain.

Aliran

Sesuai dengan tradisi Iemoto, kyōgen sejak zaman Edo terbagi menjadi tiga aliran utama: aliran Ōkura, aliran Izumi, dan aliran Sagi. Sekarang hanya tinggal 2 aliran kyōgen yang tersisa, aliran Ōkura dan aliran Izumi. Di paruh kedua zaman Muromachi hingga awal zaman Edo juga terdapat aliran Nanto-negi yang berintikan seniman kalangan Jin-nin (Jinin). Pada waktu itu, sebagian besar kuil Shinto memiliki kelompok Sarugaku dan menggaji orang yang disebut Jinin untuk bekerja sebagai seniman sekaligus pesuruh. Menurut catatan sejarah, aliran Nanto-negi tercatat sangat populer di zaman Muromachi, tapi ketenarannya mulai memudar di awal zaman Edo sampai akhirnya terserap ke dalam aliran yang besar. Berbagai aliran kecil yang tidak terkenal juga ikut punah, dan hanya meninggalkan naskah kyōgen yang sebagian sempat diterbitkan sebagai buku bacaan di zaman Edo.

Aliran Ōkura

Aliran Ōkura merupakan satu-satunya aliran penerus tradisi Sarugaku Yamato. Keluarga Ōkura Yaemon Tora Akira yang pentas secara turun temurun di gedung teater Komparu-za mendirikan aliran ini di paruh kedua zaman Muromachi.
Sekarang aliran Ōkura terdiri dari keluarga Yamamoto Tōjirō (berpusat di Tokyo), keluarga Ōkura Yatarō (garis keturunan utama), keluarga Shigeyama Sengorō (berpusat di Kyoto), dan keluarga Shigeyama Chūzaburō (berpusat di Kyoto), kelompok Zenchiku Chūichirō (berpusat di Osaka dan Kobe), dan Zenchiku Jūrō yang berpusat di Tokyo.

Aliran Izumi

Aliran Izumi didirikan Yamawaki Izumo no Kami Motonori asal Kyoto di awal zaman Edo. Sekarang aliran Izumi terdiri dari tiga percabangan keluarga: keluarga Nomura Matasaburō (berpusat di Nagoya, disebut juga faksi Nomura), keluarga Nomora Manzō (berpusat di Tokyo, disebut juga faksi Miyake), dan Kyōgenkyōdōsha (berpusat di Nagoya, disebut faksi Nagoya).   
      Nihon buyō                                                                   

 

Nihon buyō (日本舞踊?, tari Jepang) adalah terjemahan bahasa Jepang untuk istilah bahasa Inggris Japanese dance. Istilah "buyō" pertama kali diperkenalkan oleh budayawan Tsubouchi Shōyō dan Fukuchi Genichirō yang yang mengacu pada dua kelompok besar tari klasik Jepang: mai (?) dan odori (?).
Mai adalah menari diiringi nyanyian atau musik tradisional dengan seluruh bagian telapak kaki yang tidak pernah diangkat melainkan diseret-seret (suriashi), walaupun kadang-kadang ada juga gerakan menghentakkan kaki. Gerakan tari bisa dilakukan dengan berputar di dalam ruang gerak yang sempit atau seluruh panggung sebagai ruang gerak. Jenis-jenis tari yang tergolong ke dalam Mai: Kagura, Bugaku, Shirabyōshi, Kusemai, Kōwakamai, Noh (Nōgaku), Jiutamai.
Odori adalah menari diiringi nyanyian atau musik tradisional dengan kaki yang dapat bergerak bebas disertai hentakan kaki untuk mengeluarkan suara, ditambah gerakan tangan yang disesuaikan dengan ritme musik. Nenbutsu Odori dan Bon Odori merupakan contoh tari Jepang yang disebut Odori.

Aliran

Pada saat ini ada sekitar 200 aliran tari Jepang, dengan 5 aliran utama sebagai berikut:
Didirikan tahun 1849 oleh Hanayagi Jusuke yang berguru kepada Nishikawa Senzō IV. Hanayagi Jusuke adalah seorang koreografer ternama untuk Kabuki-buyō (tari yang dilakukan sewaktu pertunjukan Kabuki). Hanayagi-ryū merupakan aliran nihon buyō terbesar di Jepang berdasarkan jumlah murid dan mempunyai Natori sebanyak 15.000 orang. Natori adalah sebutan untuk penari senior yang lulus ujian, menerima "nama panggung" dari guru, dan kadang-kadang diberi hak untuk mengajar.
Didirikan oleh Fujima Kanbē di sekitar tahun 1704-1710. Fujima Kanemon III mendirikan aliran cabang yang disebut Matsumoto-ryū.
Dimulai sejak zaman Genroku oleh Nishikawa Senzō II. Aliran ini mempunyai sejarah lebih dari 300 tahun dan sekarang sudah mencapai generasi ke-10.
Didirikan oleh seorang koreografer sekaligus aktor kabuki terkenal bernama Bando Mitsugoro III, putra dari Bando Mitsugoro I.
Onikenbai.
Tarian ini ditarikan dengan memakai topeng Oni (raksasa Jepang). Tarian ini identik dengan gerakan menghentak tanah yang melambangkan Oni yang membantu manusia untuk mengusir roh jahat di dalam tanah, agar panen dapat berhasil. Kemudian dilanjutkan dengan tarian Nanazumai, yang berarti tarian tujuh kepala. Tarian ini melambangkan siklus pertanian yang merupakan mata pencaharian pokok penduduk Jepang pada zaman dahulu. Tarian ini ditarikan dengan membawa 7 alat yang berbeda, yang masing-masing menceritakan fase-fase dalam pertanian.



Arauma
Arauma adalah tarian tradisional Jepang
yang berasal dari Porpinsi Aomori, kota Okawadi. Tarian ini ditarikan
untuk melambangkan rasa syukur atas hasil pertanian dan rasa terima
kasih penduduk Okawadai kepada kuda-kuda. Arauma ditarikan berpasangan
oleh pria dan wanita. Pria menjai uma (kuda), sedangkan wanita menjadi haneto. Tarian ini diiringi musik taiko (gendang), fue (seruling), dan chappa (simbal), dimana iring-iringan menari berak-arakan sambil menerukan "Rassera~! Rassera~!"

Senin, 06 Januari 2014

mBoX Drive - your personal Flash Drive, Jump Drive, Thumb Drive, or SD Card for FaceBook.

mBoX Drive - your personal Flash Drive, Jump Drive, Thumb Drive, or SD Card for FaceBook.

makanan jepang yang terkenal

nama kazuki hihara mirip seseorang yang ku bayangkan hahahahaha yah walaupun suka membuat kita tawa seorang, hahahaha dia tu tampilan 100% lah
10 Makanan Jepang Paling Enak - Infounik-pintar akan membahas tentang Makanan Khas jepang yang memang menggiurkan bagi peminatnya. Makanan Jepang memang sangat banyak dan beraneka ragam jenisnya. Rasanya pun sangat khas dan sangatlah lezat, hal itu menyebabkan masakan Jepang memiliki banyak penggemar berat.

Jika kalian berwisata ke Jepang tidak ada salahnya mencoba semua makanan khas yang nikmat ini. Berikut 10 Makanan Jepang yang Paling Enak :


1. Kari Jepang 


Kari memang sangat terkenal dengan India tetapi orang Jepang juga punya kare. Kare yang nikmat tentu saja.Kari ini berbeda dengan kari India, Kari Jepang memiliki texture yang lebih lembut dan tidak terlalu pedas. Sangking enaknya kari dijadikan makanan nasional Jepang.

Anda memang harus mencoba kari ini. Ditambah lagi kari ini memiliki banyak variasi rasa dan bahan seperti kari ayam, kari seafood, hingga kari sapi.


2. Nabe


Nabe merupakan sup kebanggaan Jepang. Jika anda ingin menikmati sup ini datanglah ke Jepang saat musim dingin karena sup ini sangat cocok dimakan saat cuaca dingin. Berbeda dengan sup-sup lain Nabe memiliki isi yang unik seperti sayuran, kerang, kepiting, dan mii.

Biasanya Nabe dimasak diatas Hotpot, yaitu panci berisi air panas dan kita hanya memasukan bahan-bahannya saja.

3. Okonomiyaki


Okonomiyaki merupakan makanan khas Osaka yang berarti "panggang pun yang kalian suka". Makanan ini biasa dimakan bersama - sama keluarga maupun teman. Cara membuat okonomiyaki sangat sederhana cukup membuat omelet kemudian menambahkan dengan ayam,sapi,seafood, dan sayuran.

Tidak hanya enak dilidah Okonomiyaki memiliki gizi yang tinggi karena terdapat banyak campuran sayur-sayuran seperti wortel , kubis, dll. Okonomiyaki cocok dimakan dengan sake di Jepang.


4. Onigiri


Saat melihat onigiri pastinya familiar dimata kalian, makanan ini banyak terdapat pada anime maupun komik-komik jepang. Memang rasanya sangat enak dengan pembuatan yang sangatlah mudah dan sederhana.

Onigiri memiliki banyak rasa seperti asam, telur ikan, atau daging ikan. Biasanya onigiri dimakan begitu saja atau dimakan dengan bumbu khusus agar lebih nikmat.


5. Ramen

Siapa sih yang ga suka ramen? pasti semua tergila - gila dengan makanan lezat yang satu ini. Ramen merupakan mii khas Jepang. Di Jepang ramen sangat populer di berbagai kalangan . Banyak kedai ramen di jalanan Kota Jepang.

Ramen ini sangat cocok dimakan waktu dingin karena kuahnya yang hangat dan pedas membuat badan menjadi hangat dan membuat kita ingin makan lagi.


6. Sushi

 Tidak perlu diragukan lagi, Sushi adalah makanan paling unik dan khas Jepang yang paling enak dan terkenal. Sushi memiliki rasa yang sangat enak dan tidak hanya itu gizi yang terkandung dalam Sushi sangat tinggi. Bahkan Sushi masuk daftar 10 Makanan yang Paling Enak di Dunia.

Sushi dibuat dari sayatan ikan mentah, telur ikan, nasi, dan lainnya. Biasanya Sushi disajikan dengan saus khas agar lebih nikmat.


 7. Takoyaki


Satu lagi masakan khas osaka yang terkenal kelezatannya. Takoyaki merupakan makanan kaki lima yang banyak dijual di Jepang. Hampir di setiap festival, perayaan,dll terdapat makanan khas yang nikmat ini.

Takoyaki terbuat dari cumi-cumi dibakar dan dipanggang menyerupai bakso. Bagian luar Takoyaki terlihat crispy dan renyah sedangkan bagian dalam terasa lembut dan gurih. Biasanya Takoyaki dimakan dengan saus tomat dan mayones.


8. Tonkatsu


Konon Tonkatsu merupakan makanan jaman dahulu untuk para raja Jepang. Tapi sekarang makanan ini bisa dinikmati siapa saja. Biasanya Tonkatsu terbuat daging babi yang digoreng renyah. Tapi sekarang  biasanya terbuat dari daging sapi yang lebih enak.

Tonkatsu setelah matang biasanya disajikan dengan parutan sawi dan wortel yang diberi mayones. Kemudian diberi saus khas yang dapat memperkuat rasa Tonkatsu.


9. Yakiniku


Yakiniku sebenarnya adalah makanan khas Korea namun diadaptasi dengan bumbu khas Jepang. Makanan ini terbuat dari daging sapi yang diiris tipis kemudian disiram dengan saus manis yang nikmat kemudian dipanggang.

Sensasi memakan Yakiniku terdapat pada cara memanggang. Yakiniku biasa disajikan di restoran dengan mengajak keluarga dan teman berkumpul dan membuat lingkaran untuk menikmati memanggang dan menyicipi kelezatan Yakiniku.


10. Yakitori


Yakitori bisa disebut juga sate Jepang karena bentuknya mirip dengan Sate Indonesia. Makanan ini cocok disajikan saat hang-out bersama teman-teman, saat karaoke, ataupun saat pesta.

Biasanya Yakitori terbuat dari daging babi,sapi, ataupun ayam. Daging dipanggang hingga renyah dan dilumuri saus khusus berwarna kecoklatan. Yakitori sangat cocok dimakan bersama sake Jepang.


Nah berikut tadi adalah 10 Makanan Khas Jepang Terenak. Mana favorite kalian? Silahkan dicoba.
ini drama korea yang lucu